Burung-burung Merapi


1Mappingburung2

Penyusun : Bambang Setyawan

Foto-foto : Adhy Maruly, Ige Kristianto, Imam Taufiqurrahman, Agung Satria, Djatmiko Widi Wicaksono, Bambang Setyawan, Arif Setia Nugroho, Karyadi Baskoro, Medh Halaouate

Database Kutilang Indonesia Birdwatching Club (KIBC)

Kibchome.multiply.com

Sebuah panduan yang disusun sebagai alat untuk menunjukkan eksistensi Merapi dalam hal kelimpahan jenis burung-burung.

Deskripsi jenis ditulis ulang dari buku panduan burung Mackinon

Catatan: Tidak semua foto di ambil dari Merapi, hanya saja semua jenis-jenis tersebut merupakan kompilasi dari catatan-catatan pengamat burung yang paling terpercaya

  1. 1. Alap-alap Kawah

Falco peregrinus

Alap-alap kawah

distributionMap

Berukuran besar (45 cm), bertubuh kekar, berwarna gelap. Dewasa: mahkota dan pipi kehitaman atau dengan garis hitam, tubuh bagian atas abu-abu gelap, berbintik, dan bergaris hitam. Tubuh bagian bawahnya putih, dengan coretan hitam pada dada serta garis-garis halus hitam menyilang pada perut, paha, dan ekor bagian bawah. Betina: ukuran lebih besar, remaja: lebih coklat dan ada coretan pada perut. Perbedaan ras didasarkan pada kegelapan warna. Perbedaan dengan Elang kelelawar ketika terbang adalah warna tubuh bagian bawah lebih pucat dan sayap kurang runcing.

Iris hitam, paruh abu-abu dengan sera kuning, tungkai dan kaki kuning.

Belum pernah dijumpai sarangnya di Merapi. Cukup luas tersebar di lereng selatan dari mulai Bebeng, Alas tekek, Ganduman dan Turgo. Tercatat ditemui di jalur Ndeles Klaten tahun 2003. Paling banyak ditemui 2 ekor. Di perkotaan (Yogyakarta) sering berada di menara-menara yaitu : Menara sardjito, Malioboro dan beberapa kali tercatat berburu di kawasan UGM. Lalu di Bantul dan Kulon progo juga tengger di menara. Tercatat pernah sampai kawasan Monumen Jogja Kembali.

  1. 2. Alap-alap Sapi

Falco moluccensis

Alap alap sapi

distributionMap

Berukuran kecil (30 cm), duduk tegak, berwarna coklat gelap. Jantan: mahkota dan tubuh bagian atas coklat kekuningan, bergaris dan berbintik hitam tebal, tubuh bagian bawah kuning suram, bercoret hitam tebal. Ekornya abu-abu kebiruan dengan ujung putih dan garis lebar hitam pada bagian subterminal. Betina: ukuran lebih besar, dengan garis tebal pada ekor. Remaja: mirip dewasa, tetapi berwarna lebih pucat dan ekor coklat dengan garis-garis gelap.

Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan dengan ujung hitam dan sera kuning, tungkai dan kaki kuning.

Tercatat di Lereng selatan dengan jumlah terbanyak samapi 4 ekor : Turgo, Ganduman, Bebeng. Tengger di ranting kering, lalu berburu tikus di kawasan petak 3 Merapi.

  1. 3. Anis Merah

Zoothera citrina

anis merah

distributionMap

Burung cacing berukuran sedang (21 cm), berkepala jingga. Burung dewasa : kepala, tengkuk, dan tubuh bawah jingga terang, tungging putih, tubuh atas abu-abu kebiruan dengan gais putih di sayap atas. Jantan dan betina sama di wilayah kita. BUrung muda bercoret dan bersisik di punggung.

Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat.

Catatan di Merapi sangat sedikit, pernah tercatat di daerah telogo putri. Warga Kinahrejo pernah melaporkan sarangnya berada di dekat kebun kopi mereka. Keberadaannya lebih cenderung ke dekat pemukiman, seperti di daerah Turi (selatan bukit Turgo) bersarang di kebun salak.

  1. 4. Ayam-hutan Hijau

Gallus varius

Ayam hutan hijau

distributionMap

Berukuran besar (jantan 60 cm, betina 42 cm), berwarna hitam kehijauan. Mirip Ayam hutan merah, tetapi jengger tidak seperti gerjaji dan corak warna agak keunguan. Tengkuk, leher, dan mantel hijau berkilau. Penutup ekor berwarna emas, bulu tengkuk hijau mengkilap, bulu-bulu sayap terbang hitam, tubuh bagian bawah hitam. Betina: coklat kuning kebo, dengan garis-garis tidak beraturan dan bintik-bintik hitam.

Iris merah, paruh abu-abu putih susu, kaki kemerahjambuan.

Di lereng selatan sering terdengar suaranya di atas Bebeng, pernah juga ditemui disini. Lalu di sebelah selatan Bebeng dekat pemukiman.

  1. 5. Bentet kelabu

Lanius sachach

Bentet kelabu

distributionMap

Berukuran agak besar (25 cm), berwarna hitam, coklat, dan putih, berekor panjang. Dewasa: dahi, topeng, dan ekor hitam, sayap hitam dengan bintik putih, mahkota dan tengkuk abu-abu atau abu-abu hitam; punggung, tunggir, dan sisi tubuh coklat kemerahan; dagu, tenggorokan, dada, dan perut tengah putih. Luas warna hitam pada kepala dan punggung bervariasi, tergantung pada ras, individu, dan umur. Remaja: lebih suram dengan garis pada sisi tubuh dan punggung, kepala dan tengkuk lebih abu-abu.

Sebaran burung ini sangat luas di lereng selatan Merapi. Sering dijumpai hampir di setiap jalur. Burung pemakan serangga ini juga sering dijumpai di kebun warga Ndeles, Klaten.

  1. 6. Betet Biasa

Psittacula alexandri

Betet biasa

distributionMap

Burung berukuran sedang ( 34 cm), berwarna-warni dengan dada merah jambu yang khas. Dewasa : Mahkota dan pipi abu-abu-ungu dengan kekang hitam, tengkuk, punggung, sayap dan ekor hijau. Kumis hitam jelas, dada merah jambu, paha dan perut hijau pucat. Burung Muda; Kepala coklat-kuning tua, kumis hitam kurang jelas. Iris kuning, paruh merah dan kaki abu-abu.

Tersebar luas di lereng selatan Merapi. Sering ditemui terbang berkelompok memakan buah pinus dan damar juga bunga-bunga dadap. Bersarang di lubang-lubang dadap seperti burung pelatuk dan takur

  1. 7. Bondol haji

Lonchura maja

bondol haji

distributionMap

Bondol agak kecil (11 cm), berwarna coklat, berkepala putih. Mirip L. ferruginosa. Perbedaannya: lebih coklat muda, seluruh kepala dan tenggorokan putih. Burung muda: bagian tubuh atas coklat, tubuh bagian bawah dan muka kuning tua.

Iris coklat, paruh abu-abukebiruan, kaki biru pucat.

Catatan di Merapi sedikit sekali, kemungkinan lebih banyak ditemui di dekat pemukiman.

  1. 8. Bondol-hijau binglis

Erythrura prasina

Bondol hijau binglis

distributionMap

Berukuran kecil (15 cm termasuk ekor jantan yang memanjang), berwarna hijau dengan ekor panjang sekali. Jantan: muka berwarna biru; tubuh bagian atas hijau; bagian bawah merah agak merah jambu; tunggir dan ekor panjang warna merah. Betina: kepala agak hijau dan ekor yang lebih pendek. remaja tungging coklat. Iris merah, paruh abu-abu, kepala merah.

Beberapa kali teramati di kawasan lereng selatan. Satu kali catatan tentang sarang di Plawangan. Di lereng selatan di Plawangan dan Ganduman

  1. 9. Bondol Jawa

Lonchura leucogastroides

Bondol Jawa

distributionMap

Bondol agak kecil (11 cm), berwarna hitam, coklat, dan putih, bertubuh bulat. Tubuh bagian atas coklat tanpa coretan, muka dan dada atas hitam; sisi perut dan sisi tubuh putih, ekor bawah coklat tua. Perbedaannya dengan Bondol perut-putih: tanpa coretan pucat pada punggung dan sapuan kekuningan pada ekor, pinggiran bersih antara dada hitam dan perut putih, sisi tubuh putih (bukan coklat).

Iris coklat, paruh atas gelap, paruh bawah biru, kaki keabu-abuan.

Sering dijumpai di kawasan lereng selatan, bahkan sampai jalur Ndeles, Klaten. Menyukai daerah yang menyediakan rerumputan ilalang.

  1. 10. Bondol Peking

Lonchura punculata

Bondol peking

distributionMap

Bondol agak kecil (11cm), berwarna coklat. Tubuh bagian atas coklat bercoretan, dengan tangkai bulu putih, tenggorokkan coklat kemerahan. Tubuh bagian bawah putih, bersisik coklat pada dada dan sisi tubuh. Remaja : tubuh bagian baawah kuning tua tanpa sisik. Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan, kaki hitam abu-abu.

Sering dijumpai di kawasan lereng selatan, bahkan sampai jalur Ndeles, Klaten. Menyukai daerah yang menyediakan rerumputan ilalang. Dijumpai di Kinahrejo, Kaliurang, Alas tekek, Pethit opak, Bebeng, Klangon bahkan di Turgo. Terbang berkelompok mencari biji-biji rumput ataupun akasia.

  1. 11. Bubut besar, Greater Coucal

Centropus sinensis

Bubut besar

distributionMap

Berukuran besar (52 cm), berekor panjang. Bulu seluruhnya hitam, kecuali

sayap, mantel, dan bulu penutup sayap berwarna coklat berangan jelas. Burung

di Kangean: tampak coklat pucat dengan sayap merah karat. Iris merah, paruh

dan kaki hitam.

Sering terdengar suaranya di Ganduman, Plawangan dan Pethut Opak, jarang terlihat. Pernah sekali ditemui di daerah Pos 1 jalur pendakian Kinahrejo.

  1. 12. Brinji gunung

Iole virescens

Brinji gunung

distributionMap

Berukuran sedang (20 cm), , buram dengan tubuh bagian bawah burik, mempunyai jambul kecil. Mahkota abu-abu : punggung, sayap, dan ekor zaitun kehijauan (Jawa) atau zaitun kecoklatan (Sumatera) ; pipi, tenggorokan, dada, dan sisi lambung abu-abu kehijauan penuh burik putih kekuningan; tungging putih kekuningan. Burung di Jawa lebih hijau dibandingkan dengan yang ada di Sumatera.

Iris merah, paruh hitam,kaki abu-abu biru.

Bersembunyi pada vegetasi-vegetasi heterogen yang rapat di Plawangan, Ganduman dan Alas tekek. Lalu teramati di kawasan Telogo putri di antara pohon-pohon rotan kecil

  1. 13. Madu Gunung

Aethopyga eximia

Madu gunung

distributionMap

Berukuran sedang (13 cm termasuk ekor panjang pada jantan), berwarna-warni. Jantan dewasa : Mahkota dan garis tenggorokan sempit biru-ungu mengkilap; tenggorokan dan dada atas merah; punggung dan sayap berwarna zaitun, tunggir kuning, ekor hijau kebiruan panjang, ada berkas bulu putih pada sisi tubuh. Betina: tubuh bagian atas berwarna zaitun suram, tubuh bagian bawah hijau-zaitun tua dengan sisi putih, ekor lebih pendek. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tersebar di Lereng selatan dari Turgo sampai Ndeles. Bersarang menggunakan lumut-lumut jenggot di Tuk pitu, Kinahrejo bulan Mei tahun 2009

  1. 14. Madu Jawa

Aethopyga mystacalis

Madu jawa

distributionMap

Berukuran kecail (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwana merah terang (jantan). Jantan : mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengkilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir merah muda, sayap berwarna zaitun, perut abu-abu muda. Perbedaannya dengan burung-madu sepah-raja : dahi merah, eor lebih panjang, dan perut putih. Betina : sangat kecil warna abu-abu-zaitun buram. Ciri khasnya : sapuan merah pada sayap dan ekor.

Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat.

Sangat jarang ditemui, pernah di laporkan di kawasan Argomulyo, Magelang ( lereng barat Merapi) dan juga di Kinahrejo.

  1. 15. Madu Sriganti

Nectarinia jugularis

Madu sriganti

Berukuran kecil (10 cm), berperut kuning teang. Jantan dagu dan dada hitam-ungu metalik, punggung hijau-zaitun. Betina: tanpa warna hitam, tubuh bagian atas hijau zaitun, tubuh bagian bawah kuning, alis biasanya kuning muda.

Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.

Lebih sering berada diantara pemukiman daripada di hutan Merapi. Memakan nektar bunga sepatu dan dadap.

  1. 16. Cabai Gunung

Dicaeum sanguinolentum

Cabai gunung

Berukuran sangat kecil (8 cm), berwarna-warni. Jantan dewasa : tubuh bagian atas biru tua, perut dan tenggorokan kuning tua, dada merah padam dibatasi garis hitam yang tidak rapih. Betina: tubuh bagian atas coklat zaitun buram dengan tunggir merah padam, tubuh bagian bawah kuning tua bercoret zaitun. Iris biru atau coklat, paruh hitam kaki abu-abu tua.

Sering dijumpai di lereng selatan Merapi, hidup dalam pasangan jantan-betina. Pernah tercatat di Turgo, Plawangan, Telogo Putri, Kinahrejo bahkan di dekat vila-vila Kaliurang.

  1. 17. Cabai Jawa

Diacaeum trochileum

Cabai jawa

Berukuran sangat kecil (8 cm), berwarna hitam dan merah padam. Jantan dewasa: kepala, punggung, tunggir, dan dada merah padam atau agak kejinggaan; sayap dan ujung ekor hitam, perut putih keabu-abuan, ada bercak putih pada lengkung sayap. Betina: tunggir merah, tubuh bagian atas lainnya oklat, tersapu merah pada kepala dan mantel, tubuh bagian bawah putih buram. Remaja: tubuh bagian atas coklat kehijauan, ada bercak jingga pada tunggir.

Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tercatat di Telogo Nirmolo dan Telogo Putri, kemudian di dekat pemukiman

  1. 18. Caladi ulam

Dendrocopos macei

Caladi ulam

Berukuran agak kecil (18 cm), berwarna hitam dan putih, bergaris-garis. Mahkota jantan: merah, betina: hitam. Sisi muka putih dengan setrip malar dan kerah hitam. Tubuh bagian atas bergaris-garis hitam dan putih. Tubuh bagian bawah kuning tua dengan coretan hitam, penutup ekor bawah merah.

Pemakan serangga yang tersebar luas di kawasan lereng selatan. Membuat lubang sarang pada pohon-pohon dadap kering. Pengamat burung pemula sering mengidentifikasinya sebagai Caladi tilik karena ukuran dan perilakunya yang hampir sama.

  1. 19. Cekakak Jawa

Halcyon cyanoventris

Cekakak jawa

Berukuran sedang (25 cm), berwarna sangat gelap. Dewasa: kepala coklat tua, tenggorokan dan kerah coklat. Perut dan punggungnya biru ungu, penutup sayap hitam, bulu terbang biru terang. Bercak putih pada sayap terlihat sewaktu terbang. Remaja: tenggorokan keputih-putihan.

Tersebar cukup luas di lereng selatan dan Ndeles. Sensitif dengan kehadiran pengamat burung, sering mencari serangga dengan terlebih dulu tengger lalu menyambar serangga di rerumputan.

  1. 20. Cekakak sungai

Todirhamphus chloris

Cekakak sungai

distributionMap

Berukuran sedang (24 cm), berwarna biru dan putih. Mahkota, sayap, punggung, dan ekor biru kehijauan berkilau terang, ada setrip hitam melewati mata. Kekang putih, kerah dan tubuh bagian bawah putih bersih (membedakannya dengan Cekakak suci yang kotor).

Iris coklat, paruh atas abu tua, paruh bawah berwarna lebih pucat, kaki abu-abu.

Di lereng selatan sering terlihat di kawasan Gardu pandang sungai Boyong. Suaranya yang khas dan keras sangat jelas membedakannya dengan Cekakak Jawa

  1. 21. Cica-daun Sayap Biru

Chloropsis ochinchinensis

Cica daun sayap biru

Berukuran sedang (17 cm), berwarna terang dengan sayap biru dan tenggorokan hitam (jantan),. Perbedaannya dengan burung Cica-daun lain yaitu sayap dan sisi ekornya biru. Betina tidak mempunyai lingkar mata kuning. Jantan mempunyai lingkaran kekuningan di sekitar bercak tenggorokannya yang hitam. Kedua jenis kelamin mempunyai setrip malar biru. Beberapa ras bervariasi. Bettina ras Kinabalu flavocincta mempunyai tenggorokan berhitam dedangkan ras yang lain berwarna hijau. Jantan Kalimantan flavocincta dan viridinucha mempunyai dahi kuning. Jantan ras Jawa nigricollis mempunyai mahkota hijau tetapu dada bagian atas kuning keemasan. Ras Sumatera icterocephala mempunyai mahkota dan tengkuk kuning. Semuanya bersayap lebih biru dibandingkan dengan Cica-caun dahi-emas.

Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu kebiruan.

Merupakan jenis pemakan serangga yang terdapat di Telogo Nirmolo, Plawangan dan Kinahrejo. Berburu bersama jenis-jenis lain seperti sepah, cikrak dan Gelatik batu kelabu.

  1. 22. Cica Kopi Melayu

Pomatorhinus montanus

Cica kopi melayu

Burung pengoceh berukuran sedang (20 cm), dengan punggung merah karat, ekor panjang dengan alis mata putih mencolok dan paruh panjang melengkung ke bawah berwarna kuning atau warna tanduk. Mahkota hitam keabu-abuan, alis mata putih; punggung berwarna coklat berangan; sayap dan ekor coklat; dagu, tenggorokan, dada dan perut atas putih; sisi lambung dan penutup ekor bawah berwarna merah karat. Iris kuning; paruh kuning atau warna tanduk dengan pangkal hitam; kaki abu-abu.

Burung semak yang suka bersembunyi di rerimbunan semak dan pohon-pohon rotan, sangat sensitif dengan kehadiran pengamat burung. Pernah dijumpai di Plawangan, Telogo Nirmolo, Telogo putri, Ganduman dan Alas tekek

  1. 23. Cica Koreng Jawa

Megalurus palustris

Cica koreng jawa

Berukuran besar (26 cm), berwarna coklat. Ada coretan hitam tebal pada punggung, alis mata kuning tua, ekor sangat memanjang dan menajam. Tubuh bagian atas coklat kemerahan terang, ada coretan hitam pada punggung dan penutup sayap. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, ada coretan kehitaman sempit pada dada, tersapu merah karat pada sisi tubuh dan penutup ekor bawah. Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahjambuan, kaki merah jambu.

Burung yang sering mengeluarkan suara keras yang khas. Bertengger di puncak semak-semak sambil mengeluarkan suara keras. Terdapat di Turgo, Plawangan, Alas tekek, Kinahrejo, Kalikuning (Watu kemloso) dan Ndeles Klaten. Lebih sering berada di ladang-ladang di Ndeles.

  1. 24. Cikrak daun

Phylloscopus trivirgatus

cikrak daun

Berukuran agak kecil (11 cm), berwarna kuning dan hijau. Strip mahkota tengah dan alis mata kekuningan mencolok. Tubuh bagian atas kehijauan tanpa garis pada sayap. Tubuh bagian bawah kekuningan khas. Ras yang terbatas di gunung Kinabalu: lebih abu-abu dan kurang kuning. Iris hampir hitam, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahan, kaki keabu-abuan.

Burung pemakan serangga yang sering bersama-sama burung kacamata mencari ulat-ulat. Gerakannya yang sangat aktif lompat sana-lompat sini membuat burung ini sulit di foto. Sering terlewatkan karena bercampur dengan rombonganburung Kacamata.

  1. 25. Cinenen Kelabu

Orthotomus ruficeps

Cinenen kelabu

Berukuran kecil (11 cm), berwarna abu-abu, berkepala merah karat. Jantan: mahkota, dagu, kerongkongan, dan pipi merah karat, bulu yang lain abu-abu, perut putih. Betina: kepala tidak semerah jantan, pipi dan kerongkongan atas putih.

Iris coklat kemerahan, paruh coklat, kaki merah jambu.

Sering terdengar daripada terlihat di lereng selatan. Terdengar di Kinahrejo, Telogo nirmolo, Telogo Putri dan Alas tekek. Lebih mendekat ke arah pemukiman penduduk.

  1. 26. Cinenen pisang

Orthotomus sutorius

Cinenen pisang

Berukuran kecil (10 cm). Mahkota merah karat, perut putih, ekor panjang dan sering ditegakkan. Dahi dan mahkota merah karat, alis kekuningtuaan, kekang dan sisi kepala keputih-putihan, tengkuk keabu-abuan. Pungung, sayap, dan ekor hijau-zaitun. Tubuh bagian bawah putih dengan sisi tubuh abu-abu. Bulu biak: bulu ekor tengah jantan lebih memanjang.

Iris kuning tua pucat, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahjambuan, kaki merah jambu.

Dijumpai di kawasan pemukiman Kinahrejo, di hutan-hutan atas jarang terlihat.

  1. 27. Cipoh Kacat

Aegithina tiphia

Cipoh kacat

Berukuran kecil (14 cm), berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih mencolok pada sayap. Tubuh bagian atas hijau zaitun, sayap kehitaman, tetapi sisi bulu putih, lingkar mata kuning. Tubuh bagian bawah kuning. Ras-ras pada masing-masing pulau bervariasi warna hijaunya. Perbedaannya dengan Cipoh jantung yaitu kekang dan dada berwarna kuning.

Iris putih keabu-abuan, paruh hitam kebiruan, kaki hitam kebiruan.

Teramati di Jalur Ndeles Klaten dan parkiran Turgo, merupakan jenis yang lebih sering berada di dekat pemukiman

  1. 28. Ciung batu kecil

Myophoneus glaucinus

Ciung batu kecil

Burung cacing berukuran 25 cm, paruh hitam dan tidak berkelip. Jantan berwarna biru tua seluruhnya, lebih suran dan hitam di bawah; betina lebih suram. Bulu tidak berkelip. Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat tua.

Berada di kawasan yang gelap dengan pohon-pohon besar, melompat-lompat sampai ke tanah. Teramati sedang memangsa kadal di Plawangan. Pengamat burung pemula sering salah identifikasi dengan Ciung Mungkal Jawa karena gambar dan deskripsi yang mirip di buku panduan Mackinon. Pernah tercatat di Kinahrejo, Telogo putri, telogo Nirmolo, Plawangan dan Ganduman

  1. 29. Cucak Gunung

Pycnonotus bimaculatus

Cucak gunung

Burung dengan ukuran sedang 20 cm, berwarna coklat dan putih. Tungging kuning, kekang dan bintik jingga yang khas di atas mata. Tubuh bagian atas coklat zaitun, tenggorokan dan dada atas coklat kehitaman. Dada bawah berbintik coklat dan putih, Perut putih atau suram. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tersebar cukup luas di lereng selatan, teramati juga di Ndeles Klaten. Di lereng selatan tercatat di Turgo, Plawangan, Alas tekek, Ganduman, Telogo putri dan telogo nirmolo. Menyukai vegetasi yang rimbun dan heterogen.

  1. 30. Cucak Kutilang

Pycnonotus aurigaster

Cucak Kutilang

Berukuran sedang (20 cm), bertopi hitam dengan tunggir keputih-putihan dan tungging jingga kuning. Dagu dan kepala atas hitam. Kerah, tunggir, dada dan perut putih. Sayap hitam, ekor coklat.

Iris merah, paruh dan kaki hitam.

Burung yang banyak sekali terdapat di Merapi, seluruh ketinggian di lereng selatan dan dekat pemukiman, tercatat juga di Ndeles Klaten. Yang menarik adalah meskipun burung ini melimpah, catatan sarang di Merapi tidak pernah ada.

Halaman selanjutnya>>>>>

~ oleh kutilang jogja pada Agustus 8, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: