Burung-burung Merapi

31. Jingjing Batu
Hemipus hirundinaceus

Jingjing batu

Berukuran kecil (15 cm), berwarna hitam dan putih. Pada Jantan bagian atas hitam dengan tunggir dan sisi bulu ekor terluar putih, bagian bawah putih. Betina mirip Jantan, tetapi warna hitam diganti dengan warna coklat. Perbedaan dengan Jingjing bukit yaitu tidak ada garis putih pada sayap, dengan Sepah Padang yaitu bagian atas berwarna gelap dan tunggir putih, dengan Kapasan Kemiri dan Sikatan Belang yaitu tidak adanya alis putih.

Burung yang sering terlihat berpasangan jantan betina ini tidak begitu banyak di Merapi. Sering bergabung dalam rombongan Kacamata, Cikrak dan Sikatan. Pernah terpantau di Plawangan, Turgo, Telogo Putri dan Alas tekek.

32. Kedasi australia
Chrysococcyx basalis

Kedasi Australia

Berukuran kecil (15 cm), berwarna perunggu kehijauan. Mirip Kedasi laut dan Kedasi Gould. Perbedaannya : alis putih, ada bercak coklat pada telinga dan lingkaran mata abu-abu yang tampak jelas, bulu ekor luar coklat kemerahan pada pangkalnya, tubuh bagian bawah bergaris-garis hanya pada dada dan sisi perut.
Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu.

Tidak banyak catatan tentang burung ini di Merapi, pernah dilaporkan di Alas tekek, Kinahrejo dan Pakem. Dijumpai soliter bergabung dengan rombongan burung kutilang di Kinahrejo. catatan rombongan burung ini di Pakem 2009.

33. Merbah cerukcuk
Pycnonotus goiavier

Merbah Cerukcuk

Berukuran sedang (20 cm), berwarna coklat dan putih dengan tungir kuning khas. Mahkota coklat gelap, alis putih, kekang hitam. Tubuh bagian atas coklat. Tenggorokan, dada, dan perut putih dengan coretan coklat pucat pada sisi lambung.
Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu merah jambu.

Secara umum persebaran ketinggiannya lebih rendah di banding Cucak Kutilang, lebih sering mendekati pemukiman. Tercatat di Turgo, Kaliurang, Telogo Nirmolo, Telogo Putri, Kinahrejo dan Klangon serta Ndeles

34. Munguk Loreng
Sitta azurea

munguk loreng

Berukuran kecil (13 cm), berwarna biru dan putih. Mahkota dan tengkuk dan sisi kepala hitam, punggung, sayap dan ekor biru mengilap terlihat hitam di tempat yang agak gelap; tenggorokan dan dada putih. Perut dan tungging hitam (Sumatera dan Jawa Barat), atau hitam biru (Jawa timur). Iris putih, paruh putih, kaki abu-abu biru.

Sangat jarang, hanya ada catatan tahun 2004, seekor teramati di kawasan Goa Jepang Plawangan.

35. Munguk Beledu
Sitta frontalis

munguk beledu

Burung kecil berukuran 12 cm, berwarna-warni dengan paruh merah. Dahi hitam seperti beludru; tengkuk, punggung, dan ekor berwarna ungu dengan bercak biru terang pada bulu primer.
Jantan memiliki alis hitam, tubuh bagian bawah kemerah-merahan dengan dagu berwarna keputih-putihan.
Iris kuning atau coklat; paruh merah; kaki coklat kemerahan.

Bergerombol sampai puluhan, merayap di pohon-pohon pinus dan puspa Kinahrejo, lalu di Plawangan dan Ganduman

36. Paruh-kodok jawa
Batrachostomus javensis

Paruh Kodok Jawa

Berukuran agak kecil (25 cm), berwarna gelap. Jantan : keabu-abuan dan berbintik-bintik. Betina :coklat merah bata dengan kepala dan mulut sangat besar. dilingkari rambut-rambut panjang. Berkas telinga panjang khas.
Iris kuning, paruh atas coklat dan bawah keabu-abuan, kaki coklat.

Hanya sekali tercatat di Merapi dengan dokumentasi foto di kawasan Taman Telogo Nirmolo tahun 2003. Tidak pernah teramati lagi sampai 2009

37. Perenjak Coklat
Prinia polychroa

perenjak coklat

Berukuran agak besar (15 cm), bercoret coklat dengan ekor panjang. Tubuh bagian atas coklat, sedikit bercoret atau berbintik. Ekor coklat dengan ujung putih kecil, alis mata keputih-putihan tidak mencolok. Tubuh bagian bawah kuning tua, lebih putih pada kerongkongan, dada abu-abu, sisi tubuh dan paha coklat. Dibandingkan dengan Perenjak Padi, punggung berwarna lebih tua dan bercoretan banyak.
Iris coklat kemerahan, paruh atas coklat, paruh bawah berwarna pucat, kaki keputih-putihan

Sering dijumpai di kawasan Kinahrejo dan Kalikuning (watu kemloso). Berkelompok mengeluarkan suara keras namun cukup sensitif dengan kehadiran pengamat burung.

38. Perenjak Jawa
Prinia familiaris

Perenjak jawa

Berukuran agak besar (13 cm), berwarna zaitun. Ekor panjang, dengan garis sayap putih khas serta ujung hitam putih. Tubuh bagian atas coklat-zaitun, tenggorokan dan dada tengah putih; sisi dada dan sisi tubuh abu-abu, perut dan tungging kuning pucat.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah kekuningan, kaki merah jambu.

Hidup di kawasan rerumputan yang subur dan lebih sering di dekat pemukiman. Di Merapi sering teramati di Kinahrejo.

39. Perling Kecil
Aplonis minor

perling kecil

Ukuran rata-rata 18 cm, sangat mirip dengan perling kumbang. Pengamat burung membedakannya dengan ekor yang terkesan lebih pendek dan kepala yang berkilap keunguan.

Kadang sampai ratusan di lereng selatan yaitu : Ganduman, Telogo putri dan Alas tekek. Berkelompok terbang dengan cepat lalu memakan bunga-bunga dadap.

40. Sepah Gunung
Pericrocotus miniatus

Sepah gunung

Burung berukuran sedang (19 cm), berwarna merah dan hitam dengan ekor panjang. Ciri-ciri betina adalah kombinasi kepala hitam, ekor sangat panjang dan tidak ada warna merah pada bulu sekunder. Betina cukup unik dengan warna bulu hitam dan merah seperti jantan, warna merah meliputi tenggorokan dagu dan dahi serta mantel berwarna kemerahan.Iris coklat, paruh hitam kaki hitam.

Merupakan jenis sepah yang umum dijumpai di lereng selatan. Bergerombol sampai puluhan ekor, memakan ulat-ulat kayu. Sangat jinak sering mencai makan bersama jenis-jenis lain yang sama-sama pemakan serangga seperti Cikrak, Kacamata, Srigunting, Cica daun dan Gelatik batu kelabu.

41. Sepah Hutan
Pericrocotus flameus

Sepah hutan

Burung berukuran 19 cm. Jantan; berwarna hitam kebiruan dengan dada, perut, tungging, sisi terluar bulu ekor dan bercak pada sayap merah. Betina; berwarn lebih abu-abu pada punggung, Warna merah digantikan oleh warna kuning yang melebar sampai tenggorokan, dagu, penutup telinga dan dahi.
Suara:
“kru-u-u-ti-tip” yang lembut atau “herr” yang berulang, dan “sigit-sigit-sigit” dengan nada tinggi

Sedikit sekali catatan di lereng selatan, pernah ditemui di Kinahrejo dan Bebeng.

42. Sepah kecil
Pericrocotus cinnamomeus

Sepah kecil

Deskripsi:
Berukuran kecil (15 cm), berwarna abu-abu, merah dan hitam. Perbedaannya dengan burung sepah lain adalah kepala dan mantel jantan abu-abu serta tubuh bagian bawah betina keputih-putihan dan lebih buram.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam.

Jarang di lereng selatan, banyak terdapat di daerah Argomulyo (lereng barat). Tahun 2004 pernah teramati di Bebeng.

43. Serindit Jawa
Loriculus pusillus

serindit jawa

Nuri berukuran sangat kecil (12 cm), berwarna hijau dengan tunggir merah. Tubuh bagian atas hijau terang. Tubuh bagian bawah hijau-kuning, tunggung dan penutup ekor merah membara, ada bercak kuning pada tenggorokan (betina dan burung muda: bercak jauh lebih kecil).
Iris dan paruh kuning, kaki jingga.

Burung paruh bengkok yang berukuran kecil ini terbang berpasangan atau berkelompok dengan cepat sambil mengeluarkan suara “sriit”. Teramati di kawasan Alas tekek, Bebeng dan Ganduman sedang memakan bunga dadap

44. Sikatan belang
Ficedula westermanni

Sikatan belang

Berukuran 11 cm, berwarna hitam dan puith(jantan) dan putij (betina). Jantan; alis, garis sayap, pinggir panggkal ekordan tubuh bagian bawah, tubuh bagian atas hitam. Betina; tubuh bagian atas coklat abu-abu, atubuh bagian bawah keputih-putihan, ekor merah karat. Burung muda; coklat berbitik kuning kecoklatan.
Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Sikatan belang biasa mencari makan secara berpasangan, tersebar luas di lereng selatan. Di Plawangan bersarang di celah-celah pohon pakis, lalu di Turgo di sebuah tempat yang gelap dengan vegetasi semak yang rapat. Merupakan jenis sikatan lokal yang jinak.

45. Sikatan biru-putih
Cyanoptila cyanomelana

Sikatan biru putih

Berukuran besar (17 cm), berwarna biru, hitam, dan putih (jantan) atau coklat dan putih (betina). Jantan: muka, tenggorokan, dan dada atas hitam; dada bawah, perut, dan penutup ekor putih, tubuh bagian atas biru mengkilap, ada bercak putih pada pangkal ekor. Betina: tubuh bagian atas cokla abu-abu, sayap dan ekor coklat; tenggorokan tengah dan perut putih. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Jarang teramati oleh pengamat burung pemula, kemungkinan salah identifikasi dengan Sikatan Ninon. Teramati di Plawangan dan dekat Alas tekek.

46. Sikatan bubik
Muscicapa dauurica

Sikatan bubik

Berukuran kecil (12 cm), berwarna coklat keabu-abuan. Ras pengembara latirostris: tubuh bagian atas coklat abu-abu, tubuh bagian bawah keputih-putihan, sisi dada dan sisi tubuh abu-abu kecoklatan, lingkar mata putih. Penghuni Kalimantan ras umbrosa: lebih kecil dan lebih gelap, terutama pada kepala. Pengembara lain (bentuk Williamsoni): lebih coklat, tersapu warna karat pada tubuh bagian atas, sisi tubuh bercoret kuning tua, lingkar mata kuning tua. Iris coklat, paruh hitam dengan pangkal rahang bawah kuning, kaki hitam.

Sesekali teramati tengger sendirian dan jinak sekali, dapat didekati sampai jarak terdekat 1 meteran. Merupakan jenis migran hutan yang sering teramati di lereng selatan. Pernah tercatat di Telogo putri dan Plawangan serta Alas tekek. Kemungkinan salah identifikasi dengan sikatan betina dan sikatan sisi gelap.

47. Sikatan Kepala-abu
Culicicapa ceylonensis

sikatan kepala abu

Berukuran kecil (12 cm), khas dengan kepala dan dada keabu-abuan serta sedikit jambul. Tubuh bagian atas berwarna zaitun, tubuh bagian bawah kuning.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah abu-abu, kaki coklat kekuningan.

Lebih jarang terlihat dibanding jenis lokal yang lain seperti Sikatan Belang dan Ninon. Menyukai vegetasi yang rapat didekat mata air. Teramati di Plawangan, Turgo, Ganduman dan Telogo putri

48. Sikatan Ninon
Eumias Indigo

sikatan ninon

Berukuran sedang (14 cm), berwarna biru-nila gelap (warna utama), paling gelap, nyaris hitam disekitar pangkal paruh.Dahi keputih-putihan meluas menjadi alis di atas mata. Dada bawah keabu-abuan berangsur-angsur berubah keputih-putihan pada perut. Tungging kuning tua (putih pada burung Jawa). Remaja: Dada dan tenggorokan berbercak merah jambu. Iris coklat-merah, paruh dan kaki hitam.

Merupakan jenis sikatan lokal yang paling sering ditemui di lereng selatan dari Turgo sampai kasawan Bebeng dan Ndeles. Pemakan serangga dan bunga-bunga dadap.

49. Sikatan sisi-gelap
Muscicapa sibirica

Sikatan sisi gelap

Berukuran kecil (13 cm), berwarna coklat jelaga dengan sisi gelap. Tubuh bagian atas ciklat jelaga, garis sayap kuning tua. Tubuh bagian bawah putih dengan sisi berbintik abu-abu jelaga, ada garis berbintik abu-abu melintang pada dada atas. Lingkar mata putih, setengah kerah putih mencolok, kumis bercoret-coret hitam. Remaja: berbercak putih pada wajah dan punggung. Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.

Sesekali tercatat oleh para pengamat burung yang sedang melakukan birdwatching di lereng selatan. Jenis migran ini beberapa kali ditemui sedang bertengger sendirian, dan kemungkinan salah identifikasi dengan Sikatan bubik.

50. Srigunting Batu
Dicrurus paradiseus

Srigunting batu

Berukuran besar (30 cm tanpa raket) berwarna hitam megkilap dengan bulu ekor terluar sangat panjang dan membentuk raket pada ujungnya. Raket melebar hanya di sisi sebelah luar dan berpilin. Dibedakan dari Srigunting bukit oleh ekornya yang menggarpu. Jambul yang hanya berupa perpanjangan bulu di mahkota burung dewasa tidak terlihat jelas di dalam hutan.
Iris merah, paruh hitam, kaki hitam.

Sangat sedikit catatannya di Merapi, pernah terlihat di sekitar Goa Jepang, Plawangan. Agaknya menyukai daerah rimbun di dekat mata air.

51. Srigunting Kelabu
Dicrurus leucophaeus

Srigunting kelabu

Berukuran sedang (29 cm), berwarna abu-abu denganekor panjang menggarpu dalam. Ras bervariasi dalam kepucatan warna. Ras Kalimantan Stigmatops mempunyai bercak keputih-putihan di sekitar mata. Iris jingga, paruh hitam abu-abu, kaki hitam.

Cukup sering terlihat di lereng selatan, pemakan serangga. Sering membuntuti sepah gunung dalam mencari serangga. Burung yang cukup berani dengan aksi penyerangan kepada burung-burung Elang. Terfoto di Turgo sedang menyerang Elang Jawa. Pernah teramati menyerang Elang Hitam di Gardu Pandang Sungai Boyong

52. Takur Tohtor
Megalaima armilliaris

Takur tohtor

Berukuran sedang (20 cm), seluruh bulu hijau, kecuali garis kuning jingga yang melintang pada dada, dahi kuning-jingga, dan mahkota bagian belakang biru. Kadang-kadang garis pada dada mengecil menjadi dua bercak bulat.
Iris coklat, paruh hitam, kaki biru.

Suara sering terdengar di kasawan lereng selatan. Teramati breeding di Alas tekek walaupun sarang akhirnya hilang tahun 2008. Memakan bunga-bunga akasia dan buah kecil berwarna biru.

53. Takur Tulungtumpuk
Megalaima javensis

Takur tulung tumpuk

Berukuran agak besar (26 cm), berwarna-warni. Bulu dewasa biasanya hijau polos. Mahkota kuning dan bintuk kuning di sekitar mata, tenggorokan merah. Ada bercak merah pada sisi dada dan kerah lebar hitam melewati dada atas dan sisi kepala sampai mata. Setrip hitam yang kedia melewati mata.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hijau-zaitun suram.

Catatan dan fotonya pernah dibuat di Alas tekek, bersarang pada lubang di pohon dadap. Sering sekali terdengar suaranya di Turgo, Plawangan, Ganduman dan Alas tekek. Teramati bertengger di ranting pohon di kawasan Taman telogo putri, Kaliurang.

54. Takur Ungkut-ungkut
Megalaima haemacephala

Takur ungkut ungkut

Berukuran kecil 915 cm), bermahkota merah. Ras-ras bervariasi. Dewasa dari Sumatera delica: mahkota dan dada merah; pipi, dan alis kuning, setrip hitam yang melewati mahkota memisahkan muka yang merah-kuning dengan tengkuk yang hijau kebiruan. Ras Jawa dan bali rosea: mahkota, alis, pipi, tenggorokan, dan dada atas merah padam. Punggung, sayap, dan ekor hijau kebiruan. Tubuh bagian bawah putih kotor, penuh dengan coretan hitam. Remaja: kepala tanpa warna merah dan hitam, berbercak kuning di bawah mata dan dagu.

Tidak pernah tercatat di lereng selatan, sekali teramati di Ndeles dalam survey burung BTNGM (Balai Taman Nasional Gunung Merapi) 2007.

55. Takur Bultok
Megalaima lineata

Berukuran agak besar 29 cm. Kepala pucat, becoret. Bulututama umumnya hujau, kecuali kepala dan leher coklar kekuningan pucat serta coretan putih pada kepala dan tubuh bagian bawah.

Sering terdengar suaranya di seluruh kawasan lereng selatan Merapi, termasuk Ndeles. Pernah teramati di Telogo Nirmolo, Telogo Putri (sisi barat) Ganduman, Plawangan, Alas tekek

56. Tekukur Biasa
Streptopelia chinensis

Tekukur biasa

Berukuran sedang (30 cm), berwarna coklat kemerahjambuan. Ekor tampak panjang. Buku ekor terluar memiliki tepi putih tebal. Bulu sayap lebih gelap daripada bulu tubuhm terdapat garis-garis hitam khas pada sisi-sisi leher (jelas terlihat), berbintik-bintik putih halus.
Iris jingga, paruh hitam, kaki merah.

Tersebar luas hampir di setiap ketinggian di lereng selatan. Berkelompok ataupun pasangan, mencari makan di rerumputan Kinahrejo dan di timur hutan Rasamala (timur Ganduman). Di Ndeles Klaten juga tercatat dalam survey 2007 oleh BTNGM (Balai Taman Nasional Gunung Merapi)

57. Tiong Emas
Gracula religiosa

Tiong emas

Berukuran besar (30 cm), berwarna hitam berkilau. Bercak sayap putih mencolok, pial kuning khas pada sisi kepala.
Iris coklat tua, paruh jingga, kaki kuning.

Kemungkinan pernah ada introduksi di Turgo, beberapa foto pernah diambil tahun 2007.

58. Tiong lampu biasa
Eurystomus orientalis

Tiong Lampu biasa

Berukuran sedang (30 cm), berwarna gelap. Paruh merah lebar (remaja: hitam). Warna bulu keseluruhan adalah abu-abu kebiruan gelap, kecuali kerongkongan bru terang. Sewaktu terbang, terlihat bercak bulat biru muda yang kontras di tengah sayap, sehingga jenis ini dikenal dengan “burung dollar” (nama Inggrisnya).
Iris coklat, paruh merah dengan ujung hitam, kaki merah-jingga.

Tahun 2005 teramati tengger di dekat Gardu Pandang Sungai Boyong. Sangat sedikit sekali catatan, kemungkinan jenis yang tercatat adalah jenis migran.

59. Uncal Buau
Macrophygia emiliana

Uncal buau

Burung berukuran sedang (30cm), berwarna coklat kemerahan. Ekor panjang, dada coklat agak keunguan, bergaris hitam yang tidak terlalu jelas. Jantan; leher dan dada merah jambu mengkilat. Betina; ada garis gelap pada mantel. Iris lingkaran dalam kebiruan dan lingkaran luar merah, paruh abu-abu-krem, kaki merah keunguan.

Jarang ditemui di lereng selatan, terlihat seperti kelebatan-kelebatan berwarna coklat kemerahan.

60. Uncal loreng
Macropygia unchall

Uncal Loreng

Berukuran besar (38 cm), berwarna coklat, berekor panjang. Punggung dan ekor bergaris hitam atau coklat. Kepala abu-abu dengan tengkuk hijau-biru mengkilap. Dada merah jambu, tetapi memutih pada perut bawah. Betina: tidak ada kilapan hijau. Garis-garis lebih tebal pada punggung dan garis-garis pada ekor membedakan burung ini dengan uncal lainnya. Iris kuning sampai coklat pucat, paruh hitam, kaki merah.

Terdengar dan teramati di Jalur Ndeles Klaten, Jarang ditemui di lereng selatan dan kemungkinan salah identifikasi dengan Uncal Buau

61. Walet linchi
Collocalia linchi

Walet linci

Berukuran kecil (10 cm). Tubuh bagian atas hitam kehijauan buram, tubuh bagian bawah abu-abu jelaga, perut keputih-putihan, ekor sedikit bertakik. Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.

Selalu menduduki peringkat teratas dalam setiap survei kelimpahan relatif burung-burung di Merapi. Ditemukan hampir di semua tempat di lereng selatan dan Ndeles.

62. Walik kembang
Ptilinopus melanospila

Walik kembang

Berukuran sedang (27 cm), berwarna hijau. Jantan: kepala abu-abu perak, tengkuk hitam, kerongkongan berbercak kuning, bawah dada dan tubuh bagian atas hijau, bulu penutup ekor kuning-merah. Betina: seluruh tubuh hijau, kecuali bulu penutup ekor merah dan sisi-sisi bulu sayap dan perut bawah kuning. Iris kuning, paruh kuning kehijauan, kaki merah.

Sangat jarang terlihat, kemungkinan hasil introduksi. Pernah terlihat sekali di kawasan Taman Telogo Nirmolo.

63. Walik Kepala-ungu
Ptilonopus porphyreus

Walik kepala ungu

Burung dengan ukuran besar 29 cm, kepala merah jambu. Seluruh bagian kepala, leher dan kerongkongan merah jambu keunguan, dibatasi oleh pita putih bertepi hitam kehijauan pada dada. Tubuh bagian atas hijau, tubuh bagian bawah abu-abu dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning.Betina; muka berwarna merah jambu buram, garis dada kurang jelas.

Tersebar cukup luas di lereng selatan, menyukai vegetasi rapat dengan pohon-pohon tenggerannya. Memakan buah-buahan kecil berwarna biru. Tercatat dijumpai di Turgo, Plawangan, Ganduman, Alas tekek dan daerah pos 1 Jalur Kinahrejo.

64. Wergan Jawa
Alcippe pyrrhoptera

Wergan jawa

Berukuran kecil (14 cm), berwarna coklat kemerahan. Tubuh bagian atas merah karat, terdapat sedikit warna keabu-abuan pada kepala. Tunggir dan penutup ekor atas merah karat; dagu dan tenggorokan putih abu-abu, tersapu kuning tua. Dada dan perut kuning tua, keputih-putihan pada bagian tengah, kuning kecoklatan pada sisi lambung dan penutup ekor bawah. Iris coklat, kaki coklat, paruh coklat.

Ditemukan di Turgo, Plawangan dan Ganduman, menyukai vegetasi yang rapat dan gelap. Bergerombol mencari makan bersama jenis-jenis lain seperti Cikrak Muda, Cikrak daun dan Kacamata Biasa.

65. Wiwik uncuing
Cacomantis sepulcralis

Wiwik uncuing

Berukuran kecil (23 cm), berwarna coklat keabu-abuan. Dewasa: kepala abu-abu, bagian punggung, sayap, dan ekor coklat keabu-abuan, tubuh bagian bawah merah karat. Mirip Wiwik abu-abu, tetapi lebih gelap. Remaja: punggung coklat terang, tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan garis-garis hitam yang cukup lebar dan jelas pada seluruh tubuhnya. Iris coklat, lingkar mata kuning, paruh hitam dengan bintik jingga, kaki abu-abu.

Cukup jarang terlihat dan terfoto, sering salah identifikasi karena suaranya yang sangat mirip dengan Wiwik Kelabu. Pernah terfoto di Alas tekek dengan ciri kacamata kuningnya. Pernah terdengar suara wiwik “tu..uu.” (nada meninggi) yang dicurigai sebagai jenis ini di kawasan Telogo putri-ganduman.

66. Kangkok Ranting
Cuculus saturates

kangkok ranting imm

Berukuran 26 cm, warna abu-abu dengan garis hitam lebar pada perut dan sisi perut. Jantan dan betina; perut dan tubuh bagian atas abu-abu ekor abu-abu kehitaman tidak bergaris, tubuh bagian bawah kuning tua bergaris hitam. Anak burung dan betina bentuk hepatik; tubuh bagian atas coklat kemerahan, bergaris hitam tebal, tubuh bagian bawah keputih-putihan, bergaris hitam sampai ke dagu.

Sering terdengar suara “ set gung gung” yang diyakini sebagai suara jenis ini di seluruh kawasan di lereng selatan Merapi. Perjumpaan dengan jenis ini sulit karena karakternya yang sangat sensitif dengan kehadiran pengamat burung. Beberapa kali dijumpai di kawasan sarang Elang hitam JBR2, Plawangan dan Kinahrejo. Teramati perilaku sebagai parasit sarang terhadap Cikrak daun di Kinahrejo (2008) dan terhadap Cikrak muda di Alas tekek (2009).

67. Sikep-madu Asia
Pernis ptilorhyncus

Sikep madu asia

Berukuran sedang (50 cm), berwarna hitam dengan jambul kecil. Warna sangat bervariasi dalam bentuk terang, normal, dan gelap dari dua ras yang berbeda yang masing-masing meniru jenis elang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis yang tidak teratur pada ekor. Semua bentuk mempunyai tnggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam,sering dengan garis hitam mesial. Ciri khas ketika terbang: kepala relatif kecil, leher agak panjang menyempit, ekor berpola.
Iris jingga, paruh abu-abu, kaki kuning, bulu berbentuk sisik (terlihat jelas pada jarak dekat).

Merupakan jenis raptor migran yang rutin bermunculan mulai agustus sampai April di Merapi. Semua pertemuan dengan jenis ini diasumsikan jenis migran karena belum pernah ditemukan sarangnya di kawasan Merapi.

68. Elang Jawa
Spizaetus bartelsi

Elang Jawa

Berukuran beasr (60 cm), dengan jambul menonjol. Dewasa: jambul, mahkota dan garis kumis hitam, bagian sisi kepala dan tengkuk coklat berangan. Punggung dan sayapnya coklat gelap, ekor cokalt bergaris-garis hitam, tenggorokan putih dengan setrip hitam di tengahnya. Bagian bawah yang lain keputih-putihan, bercoretan coklat gelap pada dada dan bergaris tebal coklat gelap pad perut. Burung muda: kepala dan bagian bawah kuning tua kemerahan. Terdapat burung dengan bulu peralihan antara muda dan dewasa.
Iris biru abu-abu (muda) dan kuning mas (dewasa), paruh kehitaman, sera gelap, kaki kuning, tungkai berbulu dan bergaris-garis melintang.

Merupakan jenis yang cukup spesial, menjadi primadona bahan penelitian dari tahun 1999 di Merapi. Jenis Elang yang paling banyak dilaporkan merampok ayam penduduk. Pertemuan dengan Elang ini terjadi di Turgo, Plawangan, Kaliurang, Ganduman dan Alas tekek. Sarang aktif pertama kali ditemukan Juni 2008 di Alas tekek.

69. Elang Hitam
Ictinaetus malayensis

Elang hitam

Berukuran besar (70 cm), berwarna hitam. Sayap dan ekor panjang, tampak sangat besar pada waktu terbang. Terdapat bercak berwarna pucat pada bagian pangkal bulu primer dan garis-garis samar pada ekor. Tetapi pada waktu terbang atau beristirahat, penampakan umum tubuh seluruhnya hitam. Remaja: berwarna pucat, dengan coretan kuning tua pucat pada bulu dan paha.
Iris coklat, paruh hitam dengan ujung abu-abu, sera dan kaki kuning.

Sering teramati di seluruh kawasan lereng selatan Merapi. Jenis Elang terbesar yang sangat dominan dan sering memangsa tikus. Paling banyak mengumpulkan catatan bersarang di Merapi dari 2002, 2004 sampai 2007.

70. Elang Ular bido
Spilornis cheela

Elang-ular Bido

Berukuran sedang (50 cm), berwarna gelap. Sayap sangat lebar membulat, ekor pendek. Dewasa: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh, dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Jambulnya pendek dan lebar, berwarna hitam dan putih. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pad pinggir belakang sayap. Ras Kalimantan berwarna lebih pucat dan coklat. Remaja: mirip dewasa, tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu.
Iris kuning, paruh coklat-abu-abu, kaki kuning

Dalam sensus raptor BKSDA 2004, tercatat 9 individu, sangat cerewet pada waktu terbang. Walaupun sering dijumpai, belum pernah ada catatan bersarang di Merapi. Perjumpaan dengan jenis ini terjadi di Plawangan, Turgo, Kaliurang, Ganduman Alas tekek, Kinahrejo, Bebeng dan Ndeles, Klaten.

71. Elang alap Nipon
Accipiter gularis

elang-alap nipon

Berukuran kecil 27 cm), sangat mirip elang-alap besra dan Elang-alap jambul, tetapi terlihat lebih kecil dan gesit. Jantan dewasa: tubuh bagian atas abu-abu, ekor abu-abu dengan beberapa garis melingkar gelap, dada dan perut merah karat pucat dengan setrip hitam sangat tipis di tengah dagu, setrip kumis tidak jelas. Betina: tubuh bagian atas coklat (bukan abu-abu), bagian bawah tanpa warna karat, bergaris-garis cokalt melintang rapat. Dada remaja: lebih banyak coretan daripada garis-garis melintang dan lebih merah karat.
Iris kuning samapi merah, paruh biru abu-abu dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning-hijau.

Jenis pendatang yang ramai pada bulan September-November. Terbang berkelompok puluhan sampai ratusan dengan arah barat-timur. Spring migration (Maret-April) juga teramati di gardu Pandang sungai boyong dan Turgo serta Plawangan

72. Elang alap Cina
Accipiter soloensis

Elang-alap Cina

Berukuran sedang (33 cm) tubuh bagian bawah berwarna sangat pucat. Warna dewasa, tubuh bagian atas abu-abu biru dengan ujung putih yang jarang pada bulu punggung dan garis-garis melintang samar pada bulu ekor terluar. Tubuh bagian bawah putih terdapat sapuan merah karat yang samar pada dada dan sisi tubuh dengan sedikit garis abu-abu pada paha. Sayap bawahnya sangat khas seluruhnya terlihat putih kecuali ujung bulu primer yang hitam. Remaja tubuh bagian atas coklat, tubuh bagian bawah putih terdapat garis-garis gelap pada ekor, coretan pada tenggorokan serta garis-garis pada dada dan paha. Paruh abu-abu dengan ujung hitam ,sera dan kaki jingga, iris merah atau coklat.

Jenis pendatang yang ramai pada bulan September-November. Terbang berkelompok puluhan sampai ratusan dengan arah barat-timur. Spring migration (Maret-April) juga teramati di gardu Pandang sungai boyong dan Turgo serta Plawangan

73. Elang Brontok
Spizaetus cirrhatus

elang-brontok2

Berukuran besar (70 cm), bertubuh ramping.
Sayap sangat lebar, ekor panjang berbentuk bulat, jambul sangat pendek.
Terdapat fase gelap, pucat, dan peralihan.
Fase gelap: seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang. Burung muda juga berwarna gelap.
Fase terang: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang, setrip mata dan kumis kehitaman.
Burung muda: tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan. Bentuk peralihan diantara fase tadi terutama terlihat pada pola warna coretan dan garis (tetapi lebih mirip bentuk terang): garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha, dan ekor bagian bawah.
Iris kuning sampai coklat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan.
Suara berupa pekikan panjang “kwip-kwip-kwip-kwip-kwiiah” meninggi atau “klii-liiuw” tajam

Jenis yang jarang sekali teramati, kemungkinan salah identifikasi dengan Sikep Madu asia dan Elang Jawa. Fase gelap sekali tercatat melintas di Gardu pandang sungai boyong 2004.

74. Kapinis Laut
Apus pacificus

Mudah dikenali, berukuran agak besar (18 cm0. ekor coklat buram, pajang, dan menggarpu. Dagu keputih-putihan, terdapat bercak putih pada tungging. Perbedaannya dengan Kapinis-jarum kecil: ukurannya lebih besar, warna lebih pucat, tenggorokan lebih gelap, sadel tunggir yang putih lebih sempit, bentuk langsing dan ekor menggarpu.
Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki keunguan.

Disebut-sebut sebagai penanda raptor migrant sudah datang. Terbang melintas dalam jumlah besar setiap September-November dengan jumlah sampai ratusan. Teramati di Turgo, Gardu pandang dan Plawangan.

75. Kapinis Jarum-asia
Hirundapus caudacutus

kapinis-jarum asia

19 cm. Walet yang sangat besar dengan kompinasi unik di tenggorokan dan ekor bawah putih, atau bagian bawahnya coklat tua. Bagian atas lebih gelap, tetapi punggung lebih pucat daripada kepala dan ekor. Bintik putih di atas skapular.

Jenis pendatang yang soliter, di Merapi sering dijumpai pada waktu musim migrasi di puncak bukit Turgo.

76. Layang-layang Api
Hirundo rustica

Berukuran sedang (20 cm termasuk bulu ekor yang memanjang), berwarna biru mengilap dan putih. Tubuh bagian atas berwarna biru baja, pinggir tenggorokan kemerahan, perut putih, ada garis biru pada dada atas. Ekor sangat panjang, dengan bintik putih dekat ujung bulu. Perbedaannya dengan Layang-layang batu: perut putih bersihm ekor lebihmemanjang, garis dada biru. Remaja: bulu lebih suram, tanpa pita panjang pada ekor, lebih sulit dibedakan dengan Layang-layang batu. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Pendatang yang ramai dari bulan Agustus sampai Februari, teramati di Turgo, Plawangan, Gardu pandang sungai boyong dan Bebeng.


Satu Tanggapan to “Burung-burung Merapi”

  1. [...] Halaman selanjutnya>>>>> [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: